23.3 C
Garut
Jumat, Desember 1, 2023

Jalan Poros Tengah Dihentikan, Kajian Amdal Harus Perhatikan Cikaengan Sungai Pabeasan Petani

Jangan Lewatkan

WARTASATU.CO , GARUT – Saat ini pembangunan jalan poros tengah Cilawu – Banjarwangi di Kabupaten Garut sedang hangat diperbincangkan oleh sejumlah kalangan. Mulai dari masyarakat, LSM, pegiat lingkungan hingga pejabat pemerintahan Kabupaten Garut.

Ketua Koordinator Forum Peduli Cikaengan (FPC) Lukmanul Hakim, banyaknya pegiat lingkungan semoga tambah giat dan tidak jadi plagiat dalam menyikapi hal ini.

“Jalan ini sebetulnya bukan jalan baru. Jalur jalan dari Pasir Jeungjing Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi sampai Perkebunan Banaerang hingga Cikopi Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, merupakan jalan perkebunan tanah erfah atau jalan padati digunakan angkutan hasil perkebunan kina, kopi, lemo dan rempah-rempah lainnya, yang diangkut oleh kerbau dan sapi pada saat jaman kolonial Belanda waktu itu, kata Lukman.

Senada dengan Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, Lukman meminta pembangunan jalan tersebut dihentikan sampai terbitnya analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal). “Saya minta proses pembangunannya dihentikan sebelumnya Amdal nya keluar,” ucap Lukman.

Lanjut Lukman, proses pengkajian Amdal inipun jangan gegabah asal copy paste saja, harus betul-betul teliti dan konfrehensif dengan melihat beberapa aspek, termasuk memperhatikan ekosistem dan habitat hewan yang dilindungi di kawasan itu.

“Potensi kerusakan ekosistem harus dipertimbangkan secara serius, hilangnya resapan air akibat dari pembukaan lahan yang dapat mengakibatkan bencana erosi banjir harus betul-betul dikaji,” kata Koordinator FPC.

Sebagaimana diketahui, bahwa di kaki Gunung Cikurai itu terdapat hulu sungai Cikaengan, yang mengairi empat kecamatan, yakni Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, Peundeuy dan Kecamatan Cibalong. Yang mana airnya dipergunakan warga untuk mengairi lahan pertanian dan menjadi sungai “pabeasan” bagi warga di empat kecamatan tersebut. “Jangan sampai proses pembangunanya merusak hulu sungai dikawasan tersebut,” pungkas Lukman. (Ra)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Warta Terkini