18.6 C
Garut
Senin, Juli 22, 2024

Angka Stunting Tinggi, Kelurahan Ciwalen Menjadi Pendampingan Mozi Masagi Dompet Du’afa

Jangan Lewatkan

WARTASATU.CO, GARUT – Pemerintahan Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota menjadi pendampingan pencegahan dan penurunan angka stunting program Dompet Dua’fa

Stunting (gagal tumbuh) menjadi permasalahan di Kabupaten Garut, melansir dari Pikiran Rakyat.Com angka stunting di Kabupaten Garut saat ini masih terbilang tinggi.

Saking tingginya, saat ini angka stunting di Kabupaten Garut merupakan yang tertinggi di Jawa Barat dan menempati urutan ketiga paling tinggi di Indonesia.

Anak balita yang mengalami stunting bukan saja di daerah pelosok-pelosok, tapi juga merambah di daerah perkotaan. Seperti halnya di Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota, kata Cecep Nurdiansah Lurah Ciwalen, anak balita yang mengalami stunting ada 59 anak balita menyebar di 12 RW dari 14 RW yang ada di Kelurahan Ciwalen.

“Jumlah stunting 59 anak balita, berdasarkan hasil mapping dan assesmen pendataan di lapangan, hanya di 2 RW yang tidak ada anak balita stunting yaitu RW 3 dan 10,” ungkapnya pada media di Kantor Kurahan Ciwalen, Rabu (03/03/2021).

Cecep mengatakan, saat ini pemerintahan Kelurahan Ciwalen sedang melakukan pencegahan dan penurunan angka stunting melalui kader dan pos yandu.

“Kelurahan Ciwalen menjadi pendampingan dompet du’afa dalam program Mozi-Masagi ( motor gizi- makanan sarat gizi) dalam rangka pencegahan dan penurunan angka stunting,” terangnya.

“Alhamdulillah program tersebut sedang berjalan, para kader mengantarkan makanan sarat gizi ke tiap anak balita yang mengalami stunting,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu pula Cecep Nurdiansah menyampaikan ucapan terima kasih pada Dompet Du’afa yang telah memilih Kelurahan Ciwalen menjadi pendampingan

“Program Mozi-Masagi Dompet Du’afa dalam menekan angka stunting sangat membantu sekali, oleh karena itu kami atas nama pemerintah Kelurahan Ciwalen mengucapkan terima kasih,” ucap Lurah.

Sementara itu, ketua TP PKK Kelurahan Ciwalen Sella Widyawati menjelaskan, bahwa stunting itu disebabkan karena asupan nutrisi pada anak balita kurang.

“Faktor penyebab stunting yaitu gizi buruk, karena asupan nutrisi pada anak balita kurang,” katanya.

Sementara itu, sambung Sella, stunting pada anak akan berdampak pada gangguan metabolisme, rendahnya kekebalan tubuh, dan ukuran fisik tubuh yang tidak optimal.

“Program Mozi- Masagi Dompet Du’afa sangat bagus sekali, karena dapat mencegah dan menekan angka stunting. Program tersebut selama 14 hari sekarang sedang berjalan di Kelurahan Ciwalen, tiap hari kami mendistribusikan makanan siap saji sarat gizi ke anak yang mengalami stunting,” ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan ketua TP PKK Kecamatan Garut Kota Ana Marlina, asupan gizi buat anak balita sangat baik sekali guna mencegah dan menekan angka stunting.

“Kita terjun langsung kelapangan memonitoring kegiatan TP PKK Kelurahan Ciwalen, pendampingan program mozi-masagi,  program ini baik sekali,” katanya.

Menurut informasi dari TP PKK Ciwalen, sambung Ana, bahwa kegiatan tersebut ada kelanjutannya.

” Program yang sekarang sedang berjalan yaitu memberikan makanan yang sudah diolah oleh ibu-ibu kader, kedepannya memberikan makanan sarat gizi berbentuk bahannya,” ungkapnya

Ana berharap dengan adanya program tersebut bisa mengurangi angka stunting bahkan bisa terbebas dari stunting di Kelurahan Ciwalen.

“Program ini kan sifatnya stimulan jadi jangan terpaku berharap atas bantuan, program mozi-masagi kan 14 hari kerja. Terus berlanjut buatlah program yang seperti ini jangan sampai berhenti disitu,” ujar Ana Ketua TP PKK Kecamatan Garut Kota. (Tadz)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Warta Terkini