22 C
Garut
Minggu, Juli 21, 2024

Mengenal Sosok Indra Arica ASN Pemkab Garut Kasi PMD Kecamatan Pangatikan

Jangan Lewatkan

WARTASATU.CO , GARUT – Banyak  Aparatur Sipil Negara (ASN) ramah dan smart. Namun sosok yang satu ini selain ramah, ia juga cerdas, penuh inovasi dan prestasi. Saat ini ia memegang posisi sebagai Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Pangatikan.

Diantara tugas penting yang diembannya adalah bagaimana membangun desa-desa yang tepat guna, tepat fungsi dan tepat sasaran.

Suatu sore media ini menyempatkan berdiskusi dengan ASN kelahiran asli Garut ini di sekitaran daerah Ciateul. ASN yang memiliki selera humor ini menyelesaikan program S1 di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Garut pada tahun 2015.

Selepas merampungkan Sarjana Strata 1, di tahun 2018 pun ia berhasil menuntaskan Pasca Sarjana Magister Manajemen MSDM Universitas ARS Internasional Bandung, dengan predikat sangat memuaskan, yang akhirnya pada tahun 2010 ia pun mendapatkan kepercayaan menjadi ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut melalui jalur tenaga honorer yang dibiayai oleh APBN sebagai Tenaga Lapangan Dikmas (TLD) sejak tahun 2005.

Dalam bekerja, Indra demikian ia biasa disapa, dikenal penuh dedikasi, sangat loyal dan bekerja total. Acapkali bekerja hingga malam hanya untuk menyelesaikan satu pekerjaan merupakan hal yang jamak dilakoninya.

Bekerja dengan penuh dedikasi inilah yang mendorong karirnya cepat melesat, namun juga syarat kecemburuan untuk rekan kerja lainnya.  Puncak karir sebagai PNS berhasil diraihnya dalam hitungan 5 tahun.

Keterangan : Sebagai penggiat IT, Musrenbang Kec. Pangatikan pun memanfaatkan teknologi agar informasi sampai ke tingkat desa.

Bermula pada tahun 2015 penggiat IT ini dilantik menjadi Kepala Seksi Bina Kewirausahaan Pemuda di Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Garut, sebuah jabatan setara eselon IVa.

Tak lama berselang kemudian, tahun 2017 ia diberikan amanah untuk menduduki posisi Kepala Seksi Pembinaan Ketenagaan Olah Raga bidang keolahragaan, masih di Dinas yang sama.

Berbagai inovasi telah ia buktikan, mulai dari saat menjadi honorer di Dinas Pendidikan sampai ia diangkat menjadi ASN, semua yang berbau teknologi dimanapun ia berada pasti akan memunculkan inovasi sentuhannya.

Pembuatan dan pengelolaan website, media sosial, pengelolaan bantuan hibah untuk pemuda, sampai membuat satu aplikasi pendataan dengan nama SAPA DISPORA (Sistem Aplikasi Penginformasian Akurat – Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Garut), untuk mendata kepemudaan, keolahragaan dan juga sarana prasarana.

Selain aplikasi tersebut, inovasi terbaik yang ia persembahkan antara lain, Pertama memberikan Lisensi Gratis kepada para pelatih cabang olahraga, sebagai satu bentuk penghargaan kepada para pelatih yang telah mendidik atlit-atlit Kabupaten Garut berprestasi di berbagai event.

Kedua, ia memberikan peluang kepada semua lulusan Sarjana Olah Raga asli Garut untuk mengabdi dan di kontrak sebagai Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olah Raga (SP3OR) yang langsung dibiayai oleh APBD II Kabupaten Garut terhitung mulai bulan Januari 2021.

Keterangan : Indra Arica Kasi PMD Kecamatan Pangatikan saat Musrenbang tingkat Kecamatan.

Hampir setiap tahun Indra mendapatkan penghargaan dari Bupati Garut yang langsung diserahkan pada upacara hari Sumpah Pemuda, diqntaranya sebagai Inovator berbagai bidang oleh beberapa kementerian dan juga mitra lainnya. Indra juga sering didaulat untuk menjadi narasumber acara-acara pelatihan.

Ternyata prestasi dan inovasi yang telah ia berikan tidak selamanya berbuah baik, tepatnya di tanggal 23 November 2020 ia harus rela ditugaskan menjadi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Pangatikan.

Meskipun Indra tak pernah mencita-citakan untuk sampai ke titik ini, namun tugas berat itu sampai saat ini telah disandangnya dan akan selalu siap menjalankan amanah tersebut.

Meski menyandang tugas yang amat berat, namun tak mengurangi sendal gurau segar di kesehariannya. Kerja hingga tengah malam pun tetap diselingi dengan guyonan-guyonan segar, yang selalu tampak dekat dengan siapapun disekitarnya, tanpa ada rasa iri atau berburuk sangka.

Untuk melepas jenuh, Pria kelahiran 26 Desember 1977 ayah dari 3 anak ini juga masih terlihat sering menyempatkan waktu berdiskusi dengan anak-anak muda Kecamatan Pangatikan yang tergabung dalam wadah KNPI, Karang Taruna, Ormas dan juga Koordinator Olah Raga Kecamatan (KOK). Maka tak salah jika di usia yang sudah 44 tahun Indra masih kelihatan energik dan bersemangat.

Selain bicara pentingnya dukungan keluarga, Indra juga mengaku bahwa keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh dukungan tim yang solid serta lingkungan kerja yang harmonis jauh dari persaingan yang tidak sehat atau penuh dengan sandiwara seperti dagelan yang kesiangan tampil dipanggung.

Keterangan : Indra Arica (kiri) saat saksikan penandatanganan hasil Musrenbang Kecamatan Pangatikan.

Di posisi yang sekarang, ia tahu persis bagaimana membagi dan mendelegasikan pekerjaan sesuai kemampuan dan kompetensi pegawai yang dipimpinnya.

Selama kurang lebih 3 bulan menjabat sebagai Kasi PMD di Kecamatan Pangatikan, hal yang begitu sering ia tekankan adalah masalah integritas. Maka di berbagai kesempatan ia berulang kali menyebut integritas, integritas, integritas. Integrity is a must ujarnya.

Selain integritas, hal lainnya yang sering ditekankan untuk para kepala desa, sekretaris desa serta perangkat, yaitu bekerja penuh dedikasi dan senantiasa menjaga kekompakan. Selalu tertib administrasi guna mendukung keberlangsungan pembangunan di desa-desa tanpa ekses yang akan muncul dikemudian hari.

Dengan masa pengabdian yang cukup panjang, maka alumni Magister Manajemen Universitas ARS Internasional Bandung ini tentu punya masa depan yang lebih cemerlang untuk berkiprah di Pemerintahan, terutama untuk menduduki posisi setingkat Eselon III/b di Kabupaten Garut.

Namun menurutnya itu bukan hal yang penting.

“Dengan apa yang saya dapatkan hari ini, saya sudah sangat bersyukur masih diberikan kepercayaan mengabdi di Pemerintahan Kabupaten Garut dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati sekarang sebagai Kasi PMD Kecamatan Pangatikan,” ucap Indra Arica.

Ditemani kopi garutan dan cemilan, kami pun berdiskusi tentang beberapa hal. Dalam diskusi sore yang cukup hangat itu, Indra berbicara tentang tugas yang diembannya saat ini. Tugas menata organisasi, khususnya pembangunan di 8 desa Kecamatan Pangatikan.

Keterangan : Setting ruangan Musrenbang Kec. Pangatikan dibuatkan seperti halnya suasana rapat di kabupaten (zoom meeting dan slide show).

Menurutnya, hingga saat ini masih banyak desa yang seakan tutup mata dengan aturan-aturan yang berlaku. Meskipun tidak semua desa yang seperti itu, namun ternyata banyak tugas yang benar-benar harus dimulai lagi dari nol agar ada keseragaman dalam hal administrasi.

Sebabnya adalah adanya amanat UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, menjadi dasar dari semua kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintahan Desa. Penataan desa harus terus menjadi perhatian agar perkembangannya dapat dikendalikan.

Menurutnya, semua urusan di pemerintahan semestinya sudah dibagi habis di Kementerian dan Lembaga serta Pemerintah Daerah.

Sebenarnya, terbentuknya lembaga-lembaga di desa itu diharapkan dapat mempercepat laju kerja di pemerintahan desa, bukan justru malah membuat tumpang tindih tugas dan fungsi dengan Kementerian dan Lembaga yang telah ada, beber Indra.

Dengan pelaksanaan tugas dan fungsi desa sesuai mandat yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Pemerintahan akan terwujud organisasi pemerintah yang efektif dan efisien.

Hal ini juga untuk menghindari pemborosan kewenangan, ujarnya lagi.

Meskipun memiliki pekerjaan yang sangat sibuk, mottonya adalah keluarga tetap menjadi prioritas.

Di hari libur, ia selalu menyempatkan waktu bersama keluarga. Menurutnya, dukungan keluarga merupakan salah satu modalnya hingga sampai di posisi saat ini. (Tim)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Warta Terkini