17.5 C
Garut
Sabtu, Juli 13, 2024

Dua TPT Anggaran Tahun 2020 Ambruk, Disperkim Garut Bicara Kondisi Alam dan Masih Tanggung Jawab Pemborong

Jangan Lewatkan

WARTASATU.CO , GARUT – Persoalan pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang ambruk, kembali terjadi. Sebelumnya diberitakan TPT yang baru di bangun di Kampung Cihaur Manggu Desa Sukamaju Kecamatan Talegong ambruk.

Kini, TPT di yang berada di salah satu daerah di utara garut pun di kabarkan ambruk pada Minggu (29/11/2020).

Kedua ambruknya TPT tersebut memiliki kesamaan pada stake holder Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Garut, dan sama-sama di kerjakan oleh pihak ketiga.

Peristiwa ambruknya pun sama, yakni sekitar dua bulan dari selesainya pekerjaan proyek TPT tersebut.

Dimintai tanggapan atas ambruknya TPT yang baru dua bulan di bangun.

Eded Komara kepala Dinas Perumahan dan Permukiman menyatakan, sesuai laporan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek telah menginformasikan padanya, bahwa penyebab ambruknya TPT di Cihaur Manggu Talegong, akibat Kondisi alam.

Kemungkinan tekanan dan pergeseran tanah lebih kuat, dan curah hujan yang tinggi, kata Kadis Perkim Garut, Minggu (06/12/2020).

Keterangan : Pekerjaan perbaikan TPT yang sempat ambruk di Cihaur Manggu, Kecamatan Talegong Garut.

“Kondisi alam di selatan, khususnya di Talegong memang rawan bencana. Jadi kita tidak bisa memprediksikan kondisi alam yang terjadi. Hampir diseluruh wilayah selatan, kondisi tanahnya labil,” ujar Kadis.

Kedepan, dirinya akan lakukan monitoring dan evaluasi secara optimal, dengan memaksimalkan kondisi SDM yang terbatas, dengan menggunakan tekonologi informasi.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi secara efektif dengan perangkat derah setempat dan UPTD, dalam melaksanakan pengawasan, khususnya di wilayah selatan, beber Eded Komara Kadis Perkim.

“Sekarang, proyek yang di Cihaur Manggu Talegong sedang diperbaiki oleh pemborongnya, karena masih tanggung jawab pemborong (dalam masa pemeliharaan selama 6 bulan), terang Kadis.

Sementara itu, untuk pekerjaan yang berada di salah satu daerah di garut utara, Eded mengaku baru tahu informasi tersebut.

Eded telah mencoba menanyakan pada PPK proyek yang ada di utara garut tersebut. Namun, hingga saat ini nomor PPK yang bersangkutan tidak aktif.

“Sampai Saat ini saya belum bisa kontak dengan Pak Hazaf (PPK), Handphone nya off,” singkat Eded Komara Kadis Perkim. (RA)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Warta Terkini