18.6 C
Garut
Senin, Juli 22, 2024

Naya Meninggal Karena Anemi, Kades Sukarame Sangkal Informasi Ada Warga Yang Kelaparan di Daerahnya

Jangan Lewatkan

WARTASATU.CO , GARUT – Naya binti Komali seorang anak usia berusia 8 tahun yang tinggal di Kampung Gupitan RT 02/08 desa Sukarame Kecamatan Bayongbong telah meninggal dunia di RSU dokter Slamet Garut pada pukul 02.30 Wib, Minggu (10/05/2020).

Diketahui sebelumnya, keberadaan Naya dan keluarga Komali (ayah Naya) telah menyita perhatian dari berbagai pihak, terkait informasi yang sangat luas beredar di jejaring Media sosial.

Informasi Viral tersebut memuat sebuah narasi, yang menjelaskan seolah keluarga Komali berada dalam kondisi kelaparan karena tidak memiliki beras dan belum makan.

Ditemui usai proses pemakaman Naya binti Komali, kepala Desa Sukarame menjelaskan, informasi yang beredar viral terkait sakitnya Naya anak Komali (warga desanya) dan kondisi yang menyebutkan kelaparan itu tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta dilapangan.

“Naya memang benar sakit, tapi untuk bahasa di Whatsapp yang menyatakan bahwa kelaparan sesuai dengan apa yang viral itu tidak benar,” kata Sopian Kades Sukarame.

Sopian Kades Sukarame

“Naya mengalami sakit Anemi, dimana salah satu gejalanya susah menelan, baik makanan maupun minum. Sehingga, memang kesulitan untuk makan, tapi bukan istilahnya kelaparan,” imbuh Sopian.

Makanya, warga kampung disini kaget, begitu mengetahui ada informasi viral di tempatnya yang menyatakan adanya yang sakit dan Kelaparan.

Masyarakat disini berbudaya gotong royong, jadi bisa mengetahui kondisi warga satu sama lainnya. Ringkasnya, akan mengetahui jika diantara mereka ada yang kelaparan.

Seperti, pada saat itu ayah Naya dalam kondisi sakit, warga disini membantu membawa ke rumah sakit, ada juga yang membantu kebutuhan lainnya.

Jadi, sangat tidak benar jika ada yang kelaparan di kampung Gupitan, Desa Sukarame ini, beber Kades Sukarame.

Terkait dengan rumah yang tidak layak huni yang ditempati keluarga Komali, sebetulnya sudah beberapa kali diajukan untuk mendapatkan bantuan dari program rutilahu  ke pemerintah, namun ajuan tersebut belum terealisasi hingga saat ini, terang Kades Sukarame.

Kedepannya kita berencana akan membantu merenovasi rumah tersebut hingga layak huni, untuk itu kita akan segera buat tim bersama, pungkas Sopian Kades Sukarame.

Dudeh Ruhiyat anggota DPRD Garut dari fraksi PDIP dapil IV

Selain dihadiri kepala desa, pemakaman Naya binti Komali juga di hadiri oleh Forkopincam, serta Dudeh Ruhiyat legislator DRPD Garut dari partai PDIP yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) IV.

Dudeh mengatakan, dirinya sudah cek ke lokasi di kampung Gupitan sejak mengetahui adanya informasi di dapilnya ada warga yang viral di media sosial yang disebutkan sakit dan Kelaparan.

Dan, setelah di cek ke lokasi ditelusuri informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.

Seperti klarifikasi yang tadi sudah disampaikan oleh Pak Sopian Kades Sukarame, bahwa memang benar Naya sakit, tapi tidak benar jika kelaparan, maupun sakitnya akibat kelaparan, ungkap Legislator PDIP Garut.

Dudeh menghimbau kepada masyarakat, agar tidak percaya begitu saja dengan informasi yang beredar, apalagi dari sumber yang tidak diketahui kebenarannya.

Baiknya, jika ada informasi seperti ini jangan lekas di share di media sosial, tapi diklarifikasi ke RT, RW maupun ke pemerintah desa, apakah informasi tersebut benar dan bisa di pertanggungjawabkan, pungkas Dudeh Ruhiyat. (Ra)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Warta Terkini