23.1 C
Garut
Selasa, April 23, 2024

Polemik Pembangunan Jalan Cilawu Banjarwangi, Dicky Chandra : Kalau Aturannya Ada, Jangan Dilanggar Donk

Jangan Lewatkan

WARTASATU.CO , GARUT – Pembangunan jalan poros yang menghubungkan Cilawu Banjarwangi terus berpolemik. Setelah sebelumnya bupati maupun wakil bupati garut akan menghentikan kegiatan pembangunan, karena belum adanya analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan belum adanya ijin pinjam pakai kawasan perhutani.

Namun, pernyataan bupati tersebut tidak berbanding lurus dengan kondisi dilapangan yang sampai hari minggu kemarin masih melakukan kegiatan pekerjaan. Bupati telah berbohong kepada publik, dan kita akan pidanakan bupati garut, demikian dikatakan Rawink Rantik komponen dari Konsorsium Penyelamatan Cikuray (KPC).

Raden Dicky Chandra, Wakil bupati garut periode 2009-2011 ternyata diam-diam ikut menyikapi permasalahan pada pembangunan jalan Cilawu Banjarwangi. Kang Dicky begitulah sapaan akrabnya, menyatakan kepada media, dirinya menanggapi dengan serius adanya dugaan kesalahan yang dilakukan pada pembangunan jalan tersebut, dengan belum adanya Amdal.

“Dengan belum adanya Amdal, dianggap mengganggu keberlangsungan ekosistem di wilayah hutan gunung Cikuray, kata Kang Dicky.

Keseriusan menyikapi persoalan lingkungan, khususnya pada pembangunan jalan Cilawu Banjarwangi, ia buktikan dengan menjalin komunikasi dengan Dedi Mulyadi tokoh budaya dan lingkungan yang saat ini duduk di Komisi IV DPR RI.
Keinginan dirinya maupun Legislator Golkar pusat tersebut sebenarnya ingin lebih dari sekedar berstatemen di media.”Dedi Mulyadi menganggap ini bukan masalah pribadi, tapi masalah keberlangsungan lingkungan dan masyarakat kedepan, ujar wakil bupati Aceng Fikri.

Tebang pohon : penebangan pohon untuk kepentingan pembangunan jalan poros Cilawu Banjarwangi

“Yang memakai Amdal saja sudah banyak yang tidak sesuai, apalagi yang tidak pake Amdal. Banyak proses Amdal yang bodong dalam pelaksanaan proyek di negeri ini.” kata Dicky

Ditingkat nasional, dirinya mengaku sebagai orang yang agak keras mengkritisi masalah acuhnya pemerintah terhadap Amdal.

Sudah terlihat banyak sekali yang pakai ‘Amdal bodong’ yang dampak akhirnya kacau. Seperti contoh di Bekasi, banyak titik kawasan menjadi tenggelam. Bahkan dibeberapa daerah lainnya pun tenggelam, karena AMDAL nya cuma copy paste atau formalitas,” jelas Dicky Chandra.

“Pembangunan hanya membuat orang senang dalam jangka pendek, tapi dalam jangka panjang memberikan dampak kerugian yang besar bagi masyarakat.”

Dengan diacuhkannya Amdal pada pembangunan jalan poros Cilawu Banjarwangi, akan sangat dikhawatirkan mengakibatkan rusaknya konservasi alam dan berkurangnya resapan air bagi mata air sungai Cikaengan dan sungai Ciwulan.

Kemungkinan, dimasa mendatang beberapa kecamatan di Garut dan Tasikmalaya akan kesusahan sumber air.

Sulitnya air yang disebabkan pembangunan yang menutup jalannya air, akhirnya para penggarap pun menjadi kuli, ini yang saya khawatirkan.

Dampak luasnya, mereka menjadi setengah pengangguran, karena bekerja tidak sesuai dengan keahliannya dan menjadi problem besar karena akhirnya pertanian menjadi kacau.

“Pembangunan perlu. Tapi, kalau tidak menuruti aturan, hanya akan menyenangkan segelintir orang, dampaknya akan merusak alam yang seyogianya kita jaga,” beber pria yang kerap muncul dalam acara televisi.

Kang Dicky yang merupakan seniman dan budayawan juga mengutip naskah Galunggung. “Ulah nyalahkeun cai, da cai mah nuturkeun alurna, mun aya nu ka bawa cai, da bongana ngahalangan jalana cai,” (red. jangan menyalahkan air, karena air mengalir pada alurnya, makanya jangan menghambat laju jalan air). Ini merupakan peringatan buat pemerintah dan para pemimpin, untuk mengikuti aturan alam dan aturan yang ada, ungkap Kang Dicky.

Proses berlanjut : proses pembangunan jalan poros Cilawu Banjarwangi terus berlanjut, meski bupati Rudy Gunawan telah menyatakan akan menghentikan sementara pembangunan sebelum adanya Amdal

Berkaitan dengan statemen Bupati Rudy Gunawan yang telah mengakui kesalahannya, namun pengerjaan proyek masih berlangsung sampai hari ini. Dirinya sangat menyayangkan dan berharap bupati sesegera mungkin memberitahu bawahannya untuk diberhentikan sementara, karena prosesnya harus tetap dibenahi.

“Saya berharap pada pemerintah, untuk segera menyelesaikan masalah ini. Jikapun ada hal yang bersentuhan dengan hukum, semestinya cepat diselesaikan.

Dicky meminta bupati membuat kajian ulang serta harus memberhentikan proyek. Karena, menurutnya sudah ada alat bukti, seperti pengakuan serta poto-poto kegiatan perusakan alam yang dilakukan Pemkab secara massive, terang Raden Dicky Chandra.

“Dibeberapa kejadian, banyak orang berduit beli tanah, mereka berusaha untuk melanjutkan proyek ini, karena tidak ingin rugi secara financial.”

Artis dan Sutradara seni peran ini mengibaratkan sebuah kritik adalah madu, pujian sebagai racun. Kritikan pun lebih pada mengingatkan, dirinya juga tidak mau, ketika masyarakat abai lalu diam dan pada akhirnya terjadi permainan di belakang meja.

Hal seperti ini yang tidak boleh terjadi, karena masyarakat pasti rugi di masa yang akan datang. “Kalau ada yang mengkritisi itu adalah madu, justru kalau dipuji itu racun,” tandas Dicky.

Dibalik semua hiruk pikuk protes masyarakat, ada pelajaran buat Pemkab Garut, dirinya berharap agar bupati jangan anti terhadap kritikan, karena sekarang ini pasti ada dua kubu pro dan kontra terhadap keberlangsungan proyek jalan poros tersebut.

Ia juga menghimbau kepada semua pihak yang terlibat pada pembangunan jalan poros Cilawu Banjarwangi, agar segera sadar diri. Karena, menurutnya ini bukanlah kepentingan pribadi, tapi masalah keberlangsungan alam.

“Sebenarnya, pembangunan jalan poros Cilawu Banjarwangi tidak perlu Amdal, artinya itu tidak boleh dibangun. Karena kajiannya juga dari mana.

Dicky meminta Bupati membuat kajian ulang yang harus memberhentikan proyek, karena sudah ada alat bukti seperti pengakuan serta poto-poto kegiatan perusakan alam yang dilakukan Pemkab secara massive.

“Lebih baik Pemerintah mencari solusi lainnya. Dengan memberhentikan seluruh proses pembangunan. Kalau aturannya ada, jangan dilanggar dong,” pungkas wabup garut periode 2009-2011. (Ra)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Warta Terkini