18.6 C
Garut
Senin, Juli 22, 2024

Yayasan SMKN 4 Karangpawitan Gelar Silaturahmi Insan Porang, Kadis Pertanian Beri Apresiasi

Jangan Lewatkan

WARTASATU.CO , GARUT – Pohon porang kini jadi bahan perbincangan karena besar manfaatnya dan bernilai ekonomis yang cukup tinggi. Padahal, porang dulunya dianggap tanaman yang tumbuh liar di pekarangan dan dilembah-lembah.

Pohon porang adalah spesies tanaman umbi-umbian dengan nama latin Amorphophallus muelleri. Di beberapa daerah di Jawa, tanaman porang dikenal dengan nama iles-iles.

Tanaman porang kini mulai banyak ditanam petani di sejumlah daerah di Jawa Barat termasuk di Kabupaten Garut.

Guna menambah pengetahuan dan meningkatkan perekonomian petani porang, Yayasan Alumni SMKN 4 Garut menggelar silaturahmi  para petani dan pelaku usaha porang  se Jawa Barat.

Acara digelar di Aula SMKN 4 Karangpawitan dengan mengusung tema “Silaturahmi Insan Porang Jawa Barat Dari Ladang Hingga Bandara, Dari Jabar Hingga Manca Nagara”, Minggu (12/09/2021).

“Di acara silaturahmi ini, kami datangkan juga para pakar dan pelaku usaha porang sebagai narasumber guna menambah pengetahuan dan wawasan terkait porang,” kata Risma ketua Yayasan Alumni SMKN 4 Karangpawitan.

“Dan bagi para petani yang kurang modal, kita dongkrak baik dari lembaga-lembaga keungannya maupun dari program-program pemerintah guna membantu para petani yang kekurangan modal,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Beny Yoga mengapresiasi pada Yayasan Alumni SMKN 4 Karangpawitan atas digelarnya silaturahmi para petani porang dan pelaku usaha porang se Jawa Barat.

“Acara ini sangat bagus sekali guna menambah pengetahuan para petani porang. Seperti kita ketahui, sekarang-sekarang ini permintaan pabrik akan porang sangat besar,” ucapnya.

Permintaan dari luar negeri, kata Beny, cukup tingi termasuk dari dalam.

“Kita baru bisa mengirim 14 ton per 3 minggu sedangkan mereka meminta 50 sampai 70 ton,” ungkapnya.

Menurut Beny, komuditas pohon porang sangat bagus dan pas untuk dikembangkan di Garut, karena sesuai dengan geografisnya.

“Budidaya porang terbilang mudah dan murah, karena tak memerlukan banyak perlakukan khusus. Pohon porang mudah tumbuh dalam berbagai kondisi tanah, sekarang petani porang di Garut selatan,” ujarnya.

Dikatakan Beny, di Garut baru ditanam sekitar 556 hektar sedangkan yang dipanen baru 56 hektar.

“Jadi masih kecil, sedangkan permintaan sangat besar,” katanya.

Beny berjanji akan membantu mempasilitasi para petani porang dengan lembaga keungan dalam rangka pembiayaan sektor pertanian.

“Untuk saat ini lembaga keungan dengan sektor pertanian belum responsip, karena mereka akan merespon baik kalau pasar dan jualnya jelas,” tandasnya.

“Makanya pada hari ini sebagai upaya kita mempertemukan mereka (petani porang-red) dengan stick holder atau pembelinya,” imbuhnya. (Tadz)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Warta Terkini