17.5 C
Garut
Sabtu, Juli 13, 2024

Peran Pemuda Sebagai Motor Penggerak Ekonomi di Masa Pandemi

Jangan Lewatkan

WARTASATU.CO , GARUT – Konteks kepemudaan dalam undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan dalam pasal 5 disebutkan bahwa, pelayanan kepemudaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 berfungsi melaksanakan penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan potensi kepemimpinan, kewirausahaan, serta kepeloporan pemuda dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kebijakan pelayanan kepemudaan mempunyai arah untuk meningkatkan pertisipasi dan peran aktif pemuda dalam membangun dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Selain itu, kebijakan pelayanan kepemudaan juga diarahkan untuk menumbuhkan patriotisme, dinamika, budaya prestasi, dan semangat profesionalitas dalam rangka mencapai pemuda yang maju, yaitu pemuda yang berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing.

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Keterangan : ilustrasi.

Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pemuda mempunyai peran penting sebagai salah satu penentu dan subjek bagi tercapainya tujuan nasional.

Bila diterjemahkan secara pragmatis, tujuan nasional kali ini adalah bagaimana keterlibatan peran pemuda penanganan penyebaran Covid-19, serta upaya pemulihan ekonomi masyarakat melalui serangkaian kreatifitas serta inovasi dalam berbagai bidang guna membantu penanganan dari dampak pandemic Corona virus disease (Covid) 2019 di Kabupaten Garut.

Secara faktual, berdasarkan data yang diunggah dari laman Badan Pusat Statistik Kabupaten Garut tahun 2020, Kabupaten Garut tengah mendapat Bonus Demografi, dimana besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan yang dialaminya, yaitu sebesar 1.674.050 jiwa, (rentang usia 0-14 sebesar 778.987 dan rentang usia 65 sebesar 183.600).

Tentunya hal ini sebuah anugerah bagi Kabupaten Garut, agar dapat memaksimalkan potensi sumber daya manusia dari kalangan pemuda untuk dapat berkreatifitas, berinovasi, mengekspresikan, mengeksplorasi, serta mencarikan solusi alternatif ditengah kondisi pandemic yang serba sulit sepeti ini.

Jangan sampai bonus demografi ini menjadi bencana demografi karena tak mampu memaksimlkan potensinya.

Sudah hampir satu tahun pandemic Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah berlangsung kesulitan ekonomi masyarakat terasakan sebagai dampak dari kebijakan pembatasan aktivitas sosial masyarakat, yang dapat memicu berbagai resistensi konflik sosial kemasyarakatan tentunya akan berdampak pada peningkatan angka kriminalitas atau peningkatan penyakit masyarakat.

Peran pemuda dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dapat didayagunakan melalui serangkaian inovasi pemanfaatan teknologi informasi yang dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang, ataupun pelibatan dalam program pemulihan ekonomi dimasa pandemic covid-19.

Tinggal seberapa jauh Pemerintah Daerah Kabupaten Garut melalui SKPD masing-masing, dapat mengagregasi seluruh potensi pemuda yang ada di Kabupaten Garut.

Keterangan : Ilustrasi.

Kabupaten Garut dengan segala potensinya dapat dimaksimalkan, sector export perdagangan dalam bidang makanan ringan, oleh-oleh khas Garut, hasil bumi masih terbuka luas utuk memenuhi kebutuhan di negara lain, ataupun untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di Kabupaten Garut.

Tinggal bagaimana menciptakan peluang-peluang usaha melalui serangkaian jalur regulasi perlindungan usaha dari berbagai sektor, salah satu cotoh adalah untuk pemenuhan kebutuhan komoditas telur ayam dapat dikoordinasi melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sehingga Komunitas Peternak Ayam Petelur Garut dapat menyalurkan komoditasnya.

Kata kunci keberhasilan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional adalah kolaborasi semua pihak terkait dalam mencari peluang, serta mengoptimalkan semua potensi lokal di Kabupaten Garut. Sehingga, target sasaran pencapaian program PEN dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Disamping itu, pengembangan SDM lokal juga diharapkan mampu bersaing di pangsa pasar dunia (Ketersediaan Stock/Branding/Marketing/Quality Control).

Kondisi pandemic Covid-19 dengan segala pembatasannya, mengarahkan pada integrasi offline ke online (pemanfataan Teknologi Informasi) promosi produk sampai marketing menjadi sebuah jalan yang tidak bisa dihindarkan.

Apabila kita tidak bisa memanfaatkannya akan sangat sulit untuk keluar dari krisis ekonomi dimasa pandemic ini.

Target sasaran pemulihan ekonomi nasional, tentunya akan sulit dilaksanakan bila tidak melibatkan seluruh komponen masyarakat (Pengusaha Milenial/Pemerhati/Akademisi/Jurnalis).

Jadi, kata kunci pemulihan ekonomi adalah bagaimana Peran Pemerintah dalam mendorong keterlibatan pemuda untuk mensukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional melalui penggalian potensi sumber daya alam serta pembinaan sumber daya manusia secara massif integrative.

Saya yakin dan optimis, pemuda di Kabupaten Garut memiliki kapasitas yang sangat handal, peduli, kreatif, inovatif memiliki jaringan (Networking) yang luas.

Tinggal bagaimana kita mampu mengagregasi dan mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan di Kabupaten Garut, terutama memunculkan ide-ide segar dalam sektor pemulihan ekonomi nasional.

Penulis : Peby Febrianto, Kamis (11/02/2021).

Editor : Ridwan Arief

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Warta Terkini