25.5 C
Garut
Selasa, Mei 28, 2024

‘Pasar Tumpah’ Ditengah Penetapan PKM dan Tingginya Angka Kematian Pandemi Covid di Garut

Jangan Lewatkan

WARTASATU.CO , GARUT – Masih tingginya angka penyebaran dan angka kematian yang diakibatkan Corona Virus Disease (Covid) di Kabupaten Garut, rupanya tidak menjadikan halangan bagi sebagian masyarakat untuk keluar rumah, larut dalam kerumunan guna mencari nafkah dan keperluannya sehari-hari.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa video yang beredar luas, yang menggambarkan situasi di sekitar jalan Pramuka-Merdeka seputaran luar wilayah Sarana Olahraga Kherkof seperti pasar dadakan atau pasar tumpah, Minggu (31/01/2021).

Tentunya peristiwa sekitar jalanan Pramuka-Merdeka yang hiruk pikuk dengan pedagang kaki lima (PKL) dan masyarakat calon pembeli, atau yang sekedar berjalan-jalan pagi tersebut tidak menggambarkan situasi kondisi Garut yang masih dalam darurat Covid-19 dan penerapan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM).

Terlihat dalam video tersebut, masyarakat juga nampak acuh tak acuh dengan jaga jarak seperti yang dianjurkan protokol kesehatan Covid-19.

Meskipun, nampak juga mobil dari pihak kepolisian dan anggota patroli bermotor melintasi kawasan tersebut yang terus menghimbau agar masyarakat untuk memakai masker dan patuhi protokol kesehatan.

Melihat video yang seperti ini di media sosial, membuat ragam komentar dari netizen.

Keterangan : Situasi sekitar jalan Pramuka – Merdeka Minggu Pagi.

Ada yang memakluminya, namun tak sedikit yang mencibir peristiwa ini, dan mempertanyakan kinerja dan sosialisasi dari satuan gugus tugas penanganan Covid-19 kepada masyarakat.

Karena, nampaknya masyarakat masih kurang memahami bahaya penyebaran Covid-19 yang diakibatkan kerumunan yang tidak menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan.

Diketahui, di Kabupaten Garut angka kematian dari pandemi Covid-19 yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat.

Statistik Covid-19 Kabupaten Garut 

Perkembangan Kasus Covid-19 di Kabupaten Garut sampai dengan Sabtu, 30 Januari 2021 Pukul 19.45 WIB. Berdasarkan data dari Sub Divisi Pencegahan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, adanya penambahan kasus suspek sebanyak 73 orang.

Pada hari Sabtu (30/01/2021), pula telah dilaporkan kasus konfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia sebanyak 2 orang, yaitu, laki-laki (KC-4547) usia 60 tahun dari Kecamatan Karangpawitan dan laki-laki (KC-5757) usia 69 tahun dari Kecamatan Banyuresmi.

Keterangan : Angka Statistik Pandemi Covid-19 di Kabupaten Garut Pertanggal 30 Januari 2021.

Adapun total kasus Covid-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable dan Konfirmasi +) sampai hari ini sebanyak 31244 kasus, terdiri dari : Kontak Erat 18438 orang, (1272 Kasus isolasi mandiri dan 17166 Kasus discarded/selesai pemantauan);

Untuk kasus suspek 6572 kasus (251 Kasus isolasi mandiri, 22 Kasus Isolasi RS/perawatan, 6261 Kasus discarded/selesai pemantauan dan 38 Kasus meninggal). Sementara itu untuk kasus Probable sebanyak 4 kasus meninggal.

Selanjutnya kasus konfirmasi positif sebanyak 6230 kasus, (1107 Kasus isolasi mandiri, 547 Kasus isolasi RS/perawatan, 4377 Kasus sembuh dan 199 Kasus meninggal).

Berikut himbauan dari Humas Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 pada siaran pers nya, ancaman penularan virus Covid-19 di keluarga (klaster keluarga) semakin meningkat. Klaster keluarga ini merupakan penularan virus dari salah satu anggota keluarga pada anggota keluarga yang lainnya.

Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi sangat penting, dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri.

Upaya pencegahan penularan virus (klaster keluarga) bertujuan mengurangi risiko penularan, melalui tetap memakai masker di rumah, terapkan etika batuk dan bersin, cuci tangan, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres. (Ridwan)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Warta Terkini