17.5 C
Garut
Sabtu, Juli 13, 2024

Tak Terima Dibuat Konten Hoax, Keluarga di Garut Ini Akan Laporkan Oknum Guru ke Kepolisian

Jangan Lewatkan

WARTASATU.CO , GARUT – Heboh nya informasi yang memuat foto seseorang berinisial AP di grup-group WhatsApp (WA) dengan narasi yang menyebutkan bahwa orang didalam foto tersebut sedang dalam keadaan sakit dan sangat memerlukan pertolongan. Dan dengan keterangan kepada yang menemukan dan dapat mengantarkan ke alamat rumah akan diganti ongkos-ongkos dan lainnya dengan layak.

Informasi yang dinilai Hoax tersebut mendapatkan reaksi keras dari orang yang berada dalam foto juga membuat geram keluarganya, karena merasa dilecehkan.

Dari keterangan keluarga yang ada didalam foto, diduga konten semacam pengumuman informasi dalam WA tersebut dibuat dan disebarkan oleh seseorang berinisial KH yang berptofesi sebagai guru di salah satu sekolah SMPN Karangtengah.

Dikatakan Dani Adik dari AP orang dalam foto tersebut, pihaknya akan segera melakukan pelaporan kepada pihak Kepolisian maupun Badan Kepegawaian dan Dinas tempat oknum tersebut bekerja, atas konten yang diduga dibuat dan disebarkan oleh KH.

“Insya Allah (akan melaporkan), tunggu kakak saya sampai saat ini. Dari hari jumat yang bersangkutan (KH) tidak merasa bersalah. Tidak ada upaya meminta maaf, baik datang langsung maupun lewat telpon,” ujar Dani.

Malah menantang kita, tapi kita sekeluarga bersabar. Malah saya mendoakan KH dengan baik,” imbuh Dani.

Dani menerangkan, bagi penyebar Hoax dapat di ancam Pasal 28 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Senin (14/06/2021).

Adapun bunyi pasal tersebut, setiap orang dengan sengaja dan tanpa Hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan dapat di ancaman Hukuman dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 1 Milyar, kata Dani.

Dalam rilisnya, Dani selaku perwakilan dari keluarga besar dari korban Hoax membuat pesan terbuka pada KH. Berikut isi pesan tersebut, teruntuk yang terhormat bapak KH saya mengucapkan banyak terima kasih atas konten yang dibuat di share tersebar, bahwa kakak saya di ponis sakit.

Lanjut Dani, dan hal (konten) yang bapak buat itu akan menghantarkan ke ranah hukum. Karena ketidak hati hatian KH. Saya sekeluarga hanya prihatin atas apa yang telah dilakukan. Setadinya saya telpon KH ingin adanya musyawarah. Akan tetapi KH ego dan merasa benar, dan itu hak pribadi dari KH.

Sementara itu nomor yang tercantum dalam informasi yang diduga Hoax tersebut dan diduga atas nama KH saat dihubungi media ini tidak aktif.

Dihubungi melalui aplikasi pesan, Totong selaku Kepala Dinas Pendidikan tempat oknum guru yang diduga membuat konten Hoax dan akan dilaporkan ke pihak berwajib bernaung belum bisa memberikan tanggapan serta klarifikasi oknum guru tersebut benar guru yang bekerja di SMPN diwilayah Karangtengah.

Berikut konten informasi yang diduga dibuat dan disebarkan KH, “Selamat siang…!!! Mohon bantuannya, siapa saja yg melihat org tua yg di foto ini, segera memberi tahukan kami, krn org ini dlm keadaan sakit dan sangat memerlukan pertolongan, kepada yg menemukan dan dapat mengantarkan ke alamat rmh kami, Insya Allah ongkos” dan lainnya akan kami ganti dgn layak, …Trims kasih…smoga saudara kami ini cepat kembali, Aamiin YRA (alamat rmh bisa menghubungi kontak person berikut:08532064****).

Tanggapan SEGI DPK Garut

Sementara itu, Dr. Apar Rustam Efendi, S.Pd., M.Pd., saat dimintai tanggapannya sangat menyayangkan jika benar ada oknum guru yang membuat dan menyebar konten itu.

Dr. Apar Rustam Ependi, S.Pd, M.Pd., ketua SEGI Kabupaten Garut.

Karena, sambung Ketua SEGI Garut, diduga ada unsur pelecehan dan pencemaran nama baik.

“Sebagai salah satu organisasi guru, tentu kami SEGI berharap agar persoalan ini segera diselesaikan dengan kekeluargaan,” ujar Apar Rustam.

“Kami sangat mengapresiasi niat baik keluarga korban untuk bisa duduk bersama dan saling bertabayyun. Tentu kami menyayangkan jika niat baik keluarga korban berbalas dengan sikap arogan,” terang Apar Rustam.

“Permohonan maaf dari yang diduga bersalah, tentu bukanlah hal yang hina, Karena sifat manusia tak luput dari kesalahan,” pungkasnya. (Ridwan)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Warta Terkini