23.1 C
Garut
Selasa, Maret 5, 2024

Kebijakan Terkait COVID-19, BEM FISIP UNIGA Ajak Semua Elemen Untuk Mengawalnya

Jangan Lewatkan

WARTASATU.CO, GARUT – Dalam upaya dalam menanggulangi COVID-19, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) FISIP UNIGA (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Garut) yang dikoordinatori oleh Hary Mf selaku ketua pelaksana membagikan masker dan nasi kepada masyarakat di sekitar Kota Garut yang sedang bekerja.

Beberapa daerah yang mereka datangi diantaranya Maktal, Simpang lima, Kerkof, Terminal Garut dan lainnya. “Kami sengaja turun langsung dan menemui masyarakat, terutama yang sedang bekerja dan terlihat tidak memakai masker seperti ojek online, para pemulung, penarik becak, pemulung, pedagang kaki lima, kaum dhu’afa, lansia, penumpang angkot dan lainnya,” ujar Hari MF, Rabu (08/04/2020) lalu.

Menurut Hary, kegiatan ini ia lakukan sebagai untuk menumpas Covid-19 dii Kabupaten Garut. Pihaknya mengaku terketuk dan memutuskan untuk terjun langsung ke masyarakat karenamerasa miris ketika melihat masyarakat masih banyak yang tidak menggunakan masker.

“Karena itu kami menghimbau agar bisa memakai masker dalam keadaan beraktivitas, agar supaya terhindar dari Virus Covid-19. Dan semoga ini menjadi contoh terhadap Pemda Garut untuk bisa membagikan masker kepada masyarakat kecil dan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat,” papar Hary.

Selama melakukan pembagian, Hary MF mengaku mendapati pengakuan masyarakat yang belum terperhatikan oleh pemerintah Kabupaten Garut. Walaupun memang ada program-programyang sedang berlangsung, namun ternyata banyak masyarakat yang tidak tersentuh.

“Salah satu penerima mengaku belum mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah Kabupaten Garut. Padahal mereka sangat ketakutan ditambah kebutuhan ekonomi yang kian sulit. Seharusnya pemerintah Kabupaten Garut mengevalusai kebijakan yang sedang dilakukan, agar anggaran pencegahan COVID-19 tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, dan kami akan mengkomunikasikan itu,” terangnya.

Oleh karna itu, sambung Hary, perlu adanya upaya dari seluruh elemen, terutama kalangan mahasiswa sebagai agen of change untuk mengawal dan mengawasi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Garut dalam menimplementasikan kebijakan melawan COVID-19 ini. “Agar semua berjalan dengan maksimal, maka kita semua wajib mengawal semua kebijakan tentang program Pemerintah terkait COVID-19,” pungkasnya.

Masyarakat Menjadi Resah

Ketua BEM FISIP UNIGA, Jajang Saepuloh mengatakan, pada dasarnya karena adanya kasu Corona Virus Diseases 2019 atau COVID-19 Masyarakat jadi resah dan susah untuk mencari makan sehari-hari.

“Usaha apapun ditengah-tengah COVID-19 ini hampir semua menjadi anjlok. Penarik beca maupun ojol beserta penarik angkutan lainnya mengalami kelesuan. Pun demikian dengan pedagang. Baik PKL maupun pedagang bersekala besar seperti Mall, pertokoan dan warung-warung dan lainnya. Semuanya mengalami penurunan pendapatan yang signifikan,”ujar Jajang.

Mahasiswa yang dikenal kreatif dan pekerja keras ini menjelaskan, pembagian masker dan nasi bungkus dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dan keseriusan pencegahan COVID-19 yang sekarang ini sedang mewabah dan membahayakan masyarakat luas.

“Dalam hal itu masyarakat harus benar-benar memperhatikan dan mematuhi aturan dan anjuran yang di instruksikan oleh pemerintah pusat maupun daerah, agar tidak terjangkit virus menangkutkan initersebut, salah satunya dengan memakai masker pada saat keluar rumah,” papar Jajang.

Jajang menambahkan, ketika membagikan masker dan nasi, tim pelaksana juga memberikan sosialisasi agar melakukan sosial distancing yaitu tetap menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain, untuk menghindari paparan droplet yang mungkin membawa virus COVID-19.

“Kami juga mengingatkan masyarakat tentang pentinganya sosial distancing ditengah-tengah wabah. Hindari kerumunan dan keramaian. Tetap berada di rumah selama tidak ada kepentingan yang mendesak. Usahakan sediakan waktu untuk berjemur di bawah sinar matahari, karena ini bisa memelemahkan virus,” tandasnya.

Datang Langsung ke Lokasi

Jajang menambahkan, pembagian dan sosialisai tersebut dilakukan dengan cara mendatangi masyarakat yang terlihat tidak memakai masker di kisaran Kota Garut, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan seperti tukang becak, pemulung, kaum du’afa, pedagang kaki lima dan lainnya.

“Kami langsung berinteraksi dengan semua pihak yang kami beri bantuan, sehingga kami bisa menyerap informasi yang akurat dan terpercaya. Selain memberikan edukasi terkait pencegahan penularan COVID-19, kami juga mendengar langsung bagaimana penerapan program yang dilakukan Pemkab Garut,” tandas Jajang. (aa)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Warta Terkini