Dejurnal.com, Bandung – Anggaran untuk Program Ketahanan Pangan 20 persen dari dana desa (DD) yang diintruksikan Presiden melalui Kementerian Desa, Kepala Desa Sukamukti Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung Agus Tajudin sudah merencanakannya untuk beternak unggas itik dan ayam petelor.
Hanya saja Agus Tajudin mengaku masih belum mengetahui secara pasti yang akan mengelolanya. Menurutnya, masih simpang siur apakah dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDes) atau TPK.
“Apakah kita akan mengacu kepada instruksi presiden atau pendamping desa . Karena kan tidak semua BumDes sehat. Kalau yang tidak sehat bagaimana. Apakah akan membentuk TPK atau dikelola oleh BumDes kemudian BumDes membentuk TPK,” kata Agus Tajudin di kantornya, Senin (17/2/2025).
Kades Agus mengaku BumDes di desanya dalam keadaan sakit, karena belum bisa menjalankan usaha. Menurutnya, kalau nanti harus dengan BunDes, BumDes itu hanya sebagai pengelola . Nanti BumDes membentuk TPK Kelompok Pelaksana untuk mengelola bantuan unggas.
“Rencananya di Desa Sukamukti itu ternak ayam sekita 400 -500 ekor , pilihan keduanya ternak bebek karena lebih tahan penyakit. Sekitar 1000 bebek atau ayam 500 ekor kalau dikelola BumDes yang hanya 3 orang anggota tidak mungkin,” katanya.
Agus Tajudin juga sudah mempertimbangkan mengapa memilih bebek dan ayam, tidak memilih ikan. Alasannya bebek dan ayam petelor bisa menghasilkan atau panen tiap hari.
“Jika dari 1000 ekor bebek bertelur setiap harinya 700 ekor kali Rp 2000/ butir telur 1.400.000,- Jadi mungkin anggota BumDes bisa digaji Rp 100 ribu/ hari untuk keluarganya dan sebagian ditabung,” katanya.
Harapan Agus Tajudin, nanti ternak bebek atau ayam terus berkembang. si ketua kelompok bisa menularkan atau memberikan modal ke warga lainnya yang ingin beternak, sedikitnya 100 ekor terus estapet. Selain memperbaharui bibit bebek yang produktif sehingga usaha berjalan terus,” katanya.* Sopandi