Ketua Paguron Pencak Silat Darma Saputra Pusat Jaka Permana Lestarikan Warisan Sang Ayah, Si Dewa Tarompet

Budaya34 Views
banner 468x60

Dejurnal.com, Bandung – Putra kedua dari legenda peniup terompet Pencak Silat Muhtar Darma Saputra, Jaka Permana mengaku bangga atas warisan ayahnya kesenian Pencak Silat yang masih diminati masyarakat sampai saat ini.

Nama Darma Saputra sempat populer pada masanya tahun 80-an sebagai seniman yang piawai memainkan waditra tarompét pengiring kendang Pencak Silat, sehingga ia dijuluki sebagai Si Dewa Tarompét.

banner 336x280

Selain telah masuk dapur rekaman, Darma Saputra juga melanglang Asia dengan kepiawaiannya memainkan terompet. Negara yang pernah disinggahinya diaantaranya Malaysia dan Singapura.

Konon pernah berkolaborasi dengan Billcolin memadukan saxophone dengan tarompet. Ini pengakuan salah satu tokoh kesenian yang pernah menjabat Kabid Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Bandung Cuncun Anggraeni waktu pembukaan Pasanggiri Pencak Silat Darma Saputra Jawara Wibawa Sajati, Jum’at 14 Februari 2025.

Menurut Jaka Permana, ayahnya yang kelahiran Garut Jawa Barat tahun 1943, kemudian menetap di Kabupatneb Bandung, berkiprah dan meninggal tahun 2021 mewariskan kreasinya di bidang seni Sunda Pencak Silat.

H. Muhtar Darma Saputra demiakin nama lengkapnya, memiliki 6 putra. Dari 6 putra itu 3 orang yang meneruskan jejak sang ayah berkiprah melestarilikan Pencak Silat dengan mengelola paguron, yakni anak pertamanya Sri Rahayu, anak kedua Jaka Permana yang kini memimpin Paguron Darma Saputra Pusat dan yang bungsu Ajat D Imansyah.

Pasanggiri Pencak Silat Darma Saputra Jawara Wibawa Sajati menurut Jaka Permana diadakan sebagai salah satu upaya melestarikan seni Pencak Silat. Selain itu, untuk mengetahui sejauhmana respon masyarakat terhadap Pencak Silat dan ngefans-nya terhadap Darma Saputra, juga mempererat tali silaturahmi di antara Paguron se Jawa Barat.

Pertama kali diadakan tahun 2021, dan sekarang diadakan lagi. Ke depan akan diagendakan setiap tahun. “Alhamdulillah ternyata masih banyak yang simpati. Sekitar 500 peserta dari 48 paguron di Jawa Barat. Ada dari Bekasi, Bogor, Karawang, dan Purwakarta,” kata Jaka Permana.

Padepokan Darma Saputra menurut Jaka berdiri tahun 1953. Saat itu lembaga kesenian belum banyak berbadan hukum. “Saat sekaranglah legalitas hukumnya sudah ditempuh sampai Kemenham,” katanya.

Pada perkembangannya sekarang Paguron Darma Saputra Pusat yang bersekretariat di Kp Sukamulya RT03/RW 08 Desa Pangauban Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung mencakup kesenian lainya, seperti upacara adat, kuda renggong dan lain-lain. Namun terhadap Pencak Silatnya Jaka mengaku dirinya mewariskan kembali pada 4 anaknya atau cucu Darma Saputra. “Saya punya 4 anak, semua turun aktif di Paguron,” katanya.* Sopandi

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *