Dejurnal.com, Bandung – Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia (Wamen PU – RI) Diana Kusumastuti bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna, Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Raharja Kabupaten Bandung A. Teddy Setiabudi, dan para pihak lainnya melaksanakan groundbreaking proyek pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandung Timur/Kertasari Kapasitas 1.100 liter/detik.
Groundbreaking pembangunan SPAM ini dilaksanakan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikoneng Jalan Raya Pacet No. 20 Desa Cikoneng, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Jumat (14/2/2025).
Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Inf Tinton Amin Putra, Sekda Kabupaten Bandung Cakra Amiyana, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi, jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bandung dan sejumlah pihak lainnya turut hadir.
Wamen PU -RI Diana Kusumastuti mengatakan bahwa saat ini untuk pelayanan air minum di Indonesia ini masih sangat terbatas sekali.
Bahkan kalau kita bilang secara data itu baru mencapai 45 persen yang air minum layak. Tetapi untuk perpipaan itu masih 20 persen. Padahal kalau kita bicara air minum dari air permukaan dan juga dari PDAM dengan perpipaan-perpipaan tersebut,” tutur Wamen PU -RI
Ia berharap air yang benar-benar dari PDAM itu karena sudah berbayar, nah itu harusnya adalah kualitasnya air minum.
Bukan air bersih lagi. Saya lihat dari kinerja PDAM saat ini memang masih banyak PDAM yang sakit,” ujarnya.
Wamen PU -RI Diana berharap juga PDAM-PDAM yang sudah sehat ini bisa mengembangkan pelayanannya, investasinya agar bisa menghasilkan air minum di Indonesia ini.
“Pelayanan ini tentunya harus didukung. Saya senang sekali hari ini PDAM Tirta Raharja saya lihat sudah sehat. Kemudian dia juga mampu untuk melakukan B to B (Business to Business) untuk meningkatkan pelayanan air minum yang ada di Kabupaten Bandung, terutama khususnya di kawasan Timur ini,” katanya.
Ini bisa menjadi contoh dan lainnya, sehingga pelayanan air tidak semuanya harus dengan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Tapi kita bisa bekerjasama, ada APBN, ada KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha), Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi berkolaborasi untuk mendukung pelayanan air minum yang ada di Indonesia,” papar orang kedua di Kementerian PU RI ini.
Wamen PU -RI menyebutkan bahwa dengan adanya groundbreaking ini berarti akan nambah pelayanannya air kepada masyarakat dari 400 liter per detik menjadi 600 liter per detik.
Nanti ada tambahan lagi 500 liter per detik. Mudah-mudahan ini bisa menjangkau di Kabupaten Bandung ini. Nanti kalau kurang lagi ya masih harus nambah lagi dengan skemanya bisa menggunakan KPBU dan sebagainya,” harap Diana.
Diana mengatakan target aman dalam pelayanan air layak kepada masyarakat di Indonesia itu bisa mencapai 80 persen.
80 persen air layak sampai tahun 2025 ini. Tapi untuk perpipaan ini memang sangat terbatas. Saya berharap diangka 38 persen ini sudah bisa tercapai. Ke angka 38 persen masih jauh. Kalau dilihat dari RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) itu sebenarnya itu harusnya bisa tercapai. Tapi upaya-upayanya untuk mencapai itu duitnya enggak sedikit. Tanya Pak Bupati dengan investasi groundbreaking ini. Tapi kita harus lakukan bersama-sama. Makanya, jangan semuanya mengharapkan uangnya dari APBN. Meski kita dengan swasta, harus alternatif pendanaan yang harus kita lakukan,” ujarnya.**AR