Daging Sapi Pengidap Penyakit Mulut dan Kuku Aman Dikonsumsi ini penjelasan Disnakan Ciamis.

deNews340 Views
banner 468x60

Dejurnal,CiAMIS,- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkit salah satu hewan ternak di Cijeungjing, Ciamis ramai di perbincangkan masyarakat. Belakangan, tersiar kabar adanya ajakan tidak memakan daging sapi atau olahan daging sapi karena PMK yang menyerang hewan ternak tersebut ditakutkan menjangkit ternak yang lain dan menyebar ke manusia.

Isu tersebut ditanggapi oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Ciamis Giatno melalui Kepala Bidang Keswan Kesmavet, Asri Kurni, menyatakan bahwa daging sapi yang berasal dari ternak yang terkena PMK masih dapat dikonsumsi oleh manusia, asalkan memenuhi beberapa syarat dan prosedur tertentu.

banner 336x280

“Virus PMK tidak menular ke manusia, sehingga tidak berbahaya jika dagingnya diolah dengan benar, dicuci bersih dan harus dimasak hingga benar-benar matang, karena virus PMK ini akan mati pada suhu minimal 70°C dan dimasak minimal selama 30 menit,” ujarnya saat ditemui di kantornya Jumat (17/01/2025)

Asri menambahkan daging dari ternak yang terinfeksi sebaiknya dibekukan terlebih dahulu selama beberapa hari sebelum diolah. Proses pembekuan juga dapat membantu menonaktifkan virus.

“Ingat bahwa bagian kepala dan jerohan pada daging yang diduga atau memang terinfeksi PMK tidak boleh dimakan, buang semua bagian kepala, tubuh yang terdapat lesi, seperti lepuhan di mulut, lidah, kaki, dan organ-organ dalam yang terinfeksi seperti hati, jantung, paru-paru harus dibuang, dikonsumsi karena berpotensi lebih banyak terpapar virus,” jelasnya.

Untuk kasus satu ekor sapi yang terkena PMK di wilayah Cijeungjing hingga saat ini masih terus dilakukan pemantauan di lapangan.

“Hingga saat ini sapi tersebut sudah recovery menunjukan penyembuhan di angka 80% mungkin beberapa hari lagi sudah bisa sembuh,” ungkapnya

Disnakan Kabupaten Ciamis hingga saat ini masih terus melakukan peningkatan kewaspadaan dini terhadap peningkatan kasus Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).

“Sepanjang tahun 2024, kami juga melaksanakan desinfeksi di 27 kecamatan sebanyak 140 liter desinfektan,” ujar Asri.

Pihaknya juga melakukan penertiban administrasi lalu lintas keluar masuk hewan di wilayah Kabupaten Ciamis.

“Selain meningkatkan biosekuriti di Balai Perbibitan Ciamis dan Rumah Potong Hewan Ciamis, upaya terus dilakukan melalui himbauan kepada peternak untuk meningkatkan higien, sanitasi dan biosekuriti di kandang serta melaksanakan vaksinasi PMK dengan pendekatan berbasis risiko,” paparnya.

Perlu diketahui untuk memberikan pelayanan reaksi cepat Disnakan Ciamis mempunyai aplikasi bernama Sistem Pelayanan Terpadu Veteriner atau Sipartner.

Menurut Asri dengan aplikasi Si Partner, para peternak yang sapinya mengalami gejala penyakit mulut dan kuku, dapat melaporkan kepada Disnakkan, sehingga akan langsung ditindaklanjuti, dengan menerjunkan tim yang sudah disiagakan selama 24 jam diseluruh kantor UPTD.

“Para petugas dari Disnakkan, nantinya akan langsung mendatangi lokasi, untuk melakukan pengobatan serta memberikan bantuan desinfektan, kepada para peternak maupun bandar secara gratis,” pungkasnya (Nay)**

 

 

 

 

 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *