Program Ketahanan Pangan Desa Sukamenak Margahayu Siapkan Skema Urban Farming

GerbangDesa68 Views
banner 468x60

Dejurnal.com, Bandung – Di desa perkotaan yang sudah padat penduduk, termasuk di Desa Sukamenak Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, program ketahanan pangan menjadi tantangan tersendiri. Hal ini disampaikan Kepala Desa Sukamenak , Taufik, SE di kantornya, Selasa (18/2/2025).

Taufik menyebutkan Di desa perkotaan yang Desa Sukamenak secara regulasi program ketahanan pangan harus melalui BumDes.
Menurutnya, kebetulan BumDes Sukamenak dalam keadaan baik, otomatis dalam sisi tantangan secara teknis tidak menemukan kendala.

banner 336x280

“Hanya yang memjadi kendala adalah untuk membentuk unit usaha yang sifatnya produksi untuk lahan pertanian dan peternakan, perikanan dan yang lainnya itu sangat sulit. Ketika harus menjadi suplai komodititi untuk makanan bergizi,” kata Taufik.

Namun, langkah-langkah yang mungkin bisa dilakukan pihaknya adalah pemberdayaan masyarakat untuk skema urban farming atau pertanian di wilayah perkotaan.

Taufik mengaku, sudah ada beberapa kelompok tani yang sudah berjalan. ” Terhitung sampai 2025 ini yang sudah berjalan baik, bahkan sudah menjadi binaan Dinas Pertanian sebanyak 2 kelompok tani, dan yang menjadi binaan desa ada 3 kelompok tani. Jadi total ada 5 kelompok tani yang nanti kami tempatkan,” kata Taufik.

Menurut Taufik ada juga pemberdayaan masyarakat untuk bidang pertanian di wilayah-wilayah yang memiliki fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan seperti di perumahan-perumahan.

“Kami sedang melakukan komunikasi selain di tanah carik, nanti kami akan membuka fasum yang ada di perumahan rakyat,” imbuh Taufik.

Untuk jenis pertanian atau peternakan, lanjut Taufik yang sudah ada hidroponik, ternak domba, dan perikanan, dan mengembangkan padi hibrida
yang ditanam dipolibag.

“Untuk ikan akan dikembangkan bioflok, dan desa pun memiliki kolam di tanah carik untuk dikembangkan,” katanya.

Menurut Taufik, bagi BumDen tantangan baru, tapi bagi managemen BumDes optimis. “Namun untuk menjadi bahan komoditi skup industri itu sulit karena lahannya terbata. Dari sisi SDM juga di daerah perkotaan ini yang mempunyai jiwa bertani sudah menurun. Jadi ini menjadi perhatian khusus bagi kepala desa untuk melaksanakan program ketahanan pangan tersebut,” pungkas Taufik.* Sopandi

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *