HUT ke-91 RSP Rotinsulu: 30 Anak Ikuti Khitanan Massal, Klinik Utama Rotinsulu Garut Kian Mantap Layani Pasien

oleh
oleh

Warta Satu – Ulang tahun ke-91 Rumah Sakit Paru Rotinsulu bukan sekadar seremoni. Di momen yang sarat makna ini, semangat berbagi dan penguatan layanan kesehatan benar-benar terasa lewat agenda “Ngariung Bareng Rotinsulu” dan khitanan massal gratis untuk 30 anak di Kabupaten Garut.

Perayaan ini juga menjadi titik penting dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol penguatan operasional Klinik Utama Rotinsulu Garut. Sebuah langkah konkret, bukan cuma simbolik.

Acara berlangsung dalam suasana akrab. Manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, hingga masyarakat duduk bersama dalam satu ruang silaturahmi. Bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar terasa sebagai ruang temu antara layanan kesehatan dan warga yang selama ini menjadi denyut utama pengabdian Rotinsulu.

Sebanyak 30 anak dari berbagai kecamatan di Garut mengikuti khitanan massal tanpa dipungut biaya. Seluruh proses dilakukan oleh tenaga medis profesional dengan standar pelayanan yang terjaga. Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, program ini jadi angin segar bagi para orang tua.

“Alhamdulillah sangat terbantu. Biayanya lumayan kalau sendiri,” ujar salah satu orang tua peserta dengan wajah lega.

91 Tahun Mengabdi, Terus Bertransformasi

Direktur RSP Rotinsulu, dr. Andi Basuki Prima Birawa, Sp.S(K), MARS, menegaskan bahwa usia ke-91 adalah momentum refleksi sekaligus akselerasi.

Menurutnya, perjalanan panjang Rotinsulu bukan hanya soal bertahan, tetapi bagaimana terus relevan dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan sekadar perayaan ulang tahun. Ini refleksi perjalanan pengabdian kami. Dengan penguatan Klinik Utama Rotinsulu Garut, kami ingin layanan kesehatan berkualitas makin mudah diakses masyarakat Garut dan sekitarnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, meski penguatan operasional di Garut lebih intens sejak 2023, progres yang dicapai menunjukkan arah positif. Transformasi layanan dilakukan bertahap dengan tetap mengacu pada regulasi dan standar kompetensi yang berlaku.

Fokus Serius pada Penyakit Paru dan TBC

Garut masih menghadapi angka kasus penyakit paru yang cukup tinggi, termasuk tuberkulosis (TBC). Kondisi ini menjadikan kehadiran layanan spesifik paru sebagai kebutuhan mendesak.

Penanggulangan TBC sendiri menjadi program prioritas nasional. Rotinsulu menyatakan komitmennya untuk ikut ambil bagian dalam upaya eradikasi melalui layanan komprehensif, terjangkau, dan terintegrasi dengan sistem rujukan.

“Penanganan TBC adalah concern nyata. Kami ingin membantu pemerintah lewat layanan yang profesional dan terjangkau,” tegasnya.

Seluruh layanan penyakit, termasuk TBC, dapat diakses melalui BPJS Kesehatan.

Manajemen memastikan pelayanan tetap optimal meski ada sejumlah kendala administratif yang terus dibenahi.

Saat ini, Klinik Utama Rotinsulu Garut berfokus pada layanan penyakit paru dan penyakit dalam, namun tetap melayani pasien umum. Ke depan, manajemen merencanakan penambahan layanan spesialis anak guna memperluas cakupan pelayanan medis.

Peluang peningkatan status klinik menjadi rumah sakit juga terbuka, dengan catatan seluruh persyaratan teknis dan administratif terpenuhi, termasuk sistem rujukan serta fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Dengan menempati gedung baru yang lebih representatif, manajemen optimistis kualitas pelayanan akan semakin maksimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Penandatanganan prasasti oleh Bupati Garut menjadi simbol kuat bahwa penguatan layanan kesehatan di daerah bukan hanya tanggung jawab institusi medis, tetapi juga hasil kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan “Ngariung Bareng Rotinsulu” ditutup dengan doa bersama. Harapannya satu: agar Rotinsulu tetap menjadi institusi kesehatan yang terpercaya, inovatif, dan konsisten berkontribusi bagi pembangunan sektor kesehatan Indonesia.

Di usia ke-91, Rotinsulu menunjukkan satu hal yang jelas, legacy itu penting, tapi relevansi jauh lebih penting. Dan di Garut, langkah itu sedang dijalankan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *