Ramadhan, Ketersedian Gas 3Kg di Garut Melimpah

WARTASATU.CO , GARUT –¬† Evi Hartaz Alvian Humas DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Garut membenarkan hqrga gas non subsidi mengalami kenaikan.

“Gas non subsidi memang benar ada kenaikan, untuk 5,5 kg itu harga eceran tertinggi nya (HET) Rp.88 Ribu, untuk yang 12 Kg harga eceran HET nya Rp.180, dan untuk yang 50 kg Rp.991 Ribu, itu untuk harga eceran tertinggi,” terangnya.

Dikatakan Evi, sedangkan gas yang diluar subsidi  tidak dibatasi baik untuk BBM yang tidak bersubsidi atau gas yang tidak bersubsidi, sesuai dengan keperluan.

“Berapa pun masyarakat membutuhkan itu, kita sediakan,” singkatnya.

Sedangkan kalau LPG 3 Kg subsidi, untuk beberapa bulan ini mulai Desember – November – Desember – Januari ini di Kabupaten Garut banyak.

“Tidak usah kwatir gas 3kg banjir saking banyaknya. Maka bila ada, misalkan menyebut bahwa ada kelangkaan, saya jamin bahwa itu bohong (hoax),” tegas Evi.

“Karena memang dengan 1,7 juta perbulan ditambah sekarang ini dengar-dengar adanya yang masuk di luar Garut, dan dari daerah-daerah lain pasti banjir lah dimana – mana,” imbuhnya.

Dikatakan Evi, untuk gas 3Kg Het nya tetap 16 Ribu.

Terkait penambahan kuota, dijelaskan Evi, penambahan kuota untuk fakultatif itu tetap ada, walaupun banjir tetap ada cuman bisa diatur.

“Dulu itu sampai dengan 300-400, ya sekarang ini hanya 150.000 Metrik ton atau kalau dalam bentuk tabung ini kita hanya ada fakultatif 50.000 tabung penambahannya,” terangnya.

“Saya kira dengan 50.000 tabung juga sudah banjir untuk di bulan Ramadhan ini,dan itu tidak termasuk fakultatif nanti waktu menghadapi hari raya Idul Fitri, beda lagi,” pungkasnya.¬† (Tadz)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.