Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut Gelar Pelatihan Dasar Ilmu Faroidh

WARTASATU.CO , GARUT РGuna mengatasi permasyalahan ditengah-tengah masyarakat  tentang pembagian waris yang tidak adil. Pimpinan Daerah Muhammadyah (PDM) Garut melalui Majelis Tabligh dan Majelis Pendidikan Kader, menggelar Pelatihan Dasar Ilmu Faroidh (PDF) bagi Mubaligh, para Pimpinan, Guru PAI dilingkungan Muhammadyah se Kabupaten Garut, bertempat di STAIDA Jalan Bratayuda  Garut Kota, Minggu (06/09/2020).

Ustadz Aep Saepurohman, sekretaris Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadyah (PDM) Garut, sekaligus ketua panitia pelatihan dasar ilmu Faroidh, yang didampingi Ustadz Ahmad Ma’soem Ketua Majelis Pendidikan Kader mengatakan, bahwa pelatihan tersebut agar para mubaligh siap, jika ada permasyalahan di masyarakat terkait tentang pembagian waris.

“Kita sering dengar keluhan-keluhan dari masyarakat tentang pembagian waris dikeluarganya yang tidak adil, karena ketidak faham pada ilmu mawaris (Faroidh).

Guna mengatasi permasalahan tersebut karena ini merupakan bagian tugas dari kita, maka dari itu kami gelar pelatihan ilmu faroidh buat Mubaligh, Para Pimpinan dan Guru PAI di lingkungan Muhammadyah, “katanya.

Pelatihan dasar ilmu Faroidh tersebut diikuti oleh Mubaligh, Pimpinan Cabang dan Guru PAI (Pendidikan Agama Islam) Muhammadyah se Kabupaten Garut.

Menurut Aep, para peserta begitu antusias mengikuti pelatihan ilmu faroidh terbukti dengan banyaknya peserta yang mendaftar.

“Cabang Muhammadyah ada 38 di Kabupaten Garut, semuanya pada hadir sampai di bagi 3 ruangan, karena banyaknya peserta yang daftar untuk mengikuti pelatihan. Terus terang, ini diluar dugaan kami, ternyata banyak peminatnya,” ungkap Aep.

Para peserta, lanjut Aep, tidak dipungut biaya, jikapun ada, itu hanya kesadaran peserta untuk berinfaq dan shodaqoh.

Keterangan : Kegiatan Pelatihan dasar ilmu Faroidh di STAIDA, Garut Kota.

Diakhir, Ustadz Aep berharap dengan adanya pelatihan dasar ilmu faroidh bagi mubaligh, diharapkan bisa mengatasi permasalahan terkait dengan pembagian waris di masyarakat yang selama ini menjadi fenomena.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keilmuan para mubaligh, kami berharap semoga para peserta PDF nantinya bisa menerangkan/menyampaikan pada masyarakat, agar masyarakat bisa faham tentang pembagian waris,” harapnya

Sementara itu Ahmad Ma’soem Ketua Majelis Pendidikan Kader mengatakan, bahwa pelatihan dasar faroidh tersebut guna memperkenalkan prinsip-prinsip paling mendasar, ketentuan dalam pembagian harta warisan dalam syari’at Islam.

“Memperkenalkan prinsip-prinsip paling mendasar, ketentuan dalam pembagian harta warisan dalam syariat Islam,” katanya.

Serta, melatih agar tiap peserta mampu menghitung sendiri tata cara pembagian harta warisan,” imbuhnya.

Ahmad menjelaskan metode pelatihan menyangkut beberapa cara, yaitu diskusi dan tanya jawab post test tiap peserta, pembahasan post test.

“Pelatihan Dasar Faroidh (PDF) diselenggarakan 2 kali pertemuan, yaitu sekarang dan nanti tanggal 20 September. Dalam satu pertemuan dengan tiga sesi. Tiap sesi membutuhkan durasi kurang lebih 2 jam. Terdiri dari penyampaian materi, tanya jawab, post test dan pembahasannya,” terangnya. (Tadz).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.