Hujan Deras di Kelurahan Margawati Garut Kena Banjir, Masyarakat Minta Tanggul

WARTASATU.CO , GARUT – Hujan deras yang mengguyur sebagian daerah Garut pada Selasa (16/03/2021) mengakibatkan banjir di Kampung Lebak Wangi di empat (4) RT, yakni RT 01, 02, 03, 04 RW 10 Kelurahan Margawati Kecamatan Garut.

Disampaikan Hafid selaku relawan kemanusiaan, banjir ini diduga dari intensitas curah hujan lebat yang mengakibatkan jebolnya tanggul pembagian air selokan.

Adapun dampak yang diakibatkan banjir tersebut mengakibatkan jalan protokol rusak dan penuh lumpur.

Selain itu ada 6 Rumah warga terendam setinggi 50 cm, satu unit ruko terendam, beberapa rumah warga lainya rusak ringan, tiga titik sawah rusak parah, satu titik sawah terendam, Kolam ikan terendam, dengan taksiran kerugian ratusan juta, beber Hafid.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir ini,” kata Hafid.

Keterangan : Hafid, pemerhati sosial kemasyarakatan.

Sebagai relawan, ia bersama para ketua RT dan RW serta para pemuda bersama masyarakat membersihkan jalan utama yang tertimbun lumpur yang menjadi akses penghubung 3 RW, serta mengamankan barang-barang rumah tangga yang terendam banjir, ungkapnya.

Namun, setelah kejadian banjir pada hari Selasa, pada hari Rabu (17/03/2021) sekira pukul 16.00 WIB kembali terjadi banjir susulan di Kampung Lebak Wangi RW 10 Kelurahan Margawati Kecamatan Garut.

“Adanya banjir ini diduga karena intensitas hujan dan tanggul sungai yang tidak memadai. Untuk itu, kepada seluruh pemangku kebijakan di Kabupaten Garut dan institusi lainnya mohon ada atensinya untuk penanganan penanggulangan bencana reaksi cepat ke lokasi Kejadian,” ujar Hafid.

“Sebelum dibuatkan tanggul permanen, alangkah baiknya dibuatkan dulu tanggul darurat. Karena, kalau tidak dibikin tanggul darurat terlebih dulu, di khawatirkan setiap turun hujan akan terus banjir dan kemungkinan areal yang jebol akan semakin meluas tergerus air,” terangnya.

Sementara ini, imbuh Hafid Pemkab baru ngasih bantuan karung untuk tanggul melalui bidang SDA dinas PUPR, sebanyak 77 buah karung, dari UPT PUPR Garut Kota, rencananya besok mau ngasih lagi 150 karung dari Dinas PUPR buat bikin tanggul darurat.

Namun, sambung Hafid, ia heran dengan Kepala Dinas Sosial saat di share informasi itu tak merespon, padahal disana ada pasukan tagana, bisa diperbantukan di lapangan mestinya, pungkasnya. (Ridwan)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.