Warta Satu – Proses pendaftaran bakal calon Ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Garut akhirnya resmi ditutup pada Kamis (28/8/2025) sore.
Tepat pukul 17.00 WIB, Steering Committee (SC) memastikan bahwa hanya ada satu nama yang secara resmi mengembalikan formulir pendaftaran, yakni Agil Syahrial.
Ketua SC, Cepi, saat diwawancarai sejumlah awak media di Gedung Pemuda, Haurpanggung, Tarogong Kidul, menjelaskan bahwa sejak formulir dibuka pada 23 Agustus lalu hingga penutupan pada 28 Agustus, ada lima orang yang sempat mengambil formulir.
Namun, hingga deadline sore tadi, hanya Agil yang benar-benar mengembalikan berkas pendaftaran.
“Jadi untuk hari ini pendaftaran sudah resmi ditutup tepat pukul 17.00 WIB. Dari lima orang yang mengambil formulir, hanya satu yang mengembalikan, yaitu Bung Agil Syahrial. Dengan begitu, tahapan selanjutnya akan langsung kita jalankan, mulai dari verifikasi hingga Musda nanti,” jelas Cepi.
Isu Aklamasi Menguat
Dengan hanya satu kandidat yang mendaftar resmi, isu aklamasi pun mencuat dalam proses Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Garut kali ini.
Menanggapi hal tersebut, Cepi menegaskan bahwa SC hanya menjalankan mekanisme sesuai aturan yang berlaku.
“Terkait aklamasi itu nanti prosesnya berjalan di Musda. SC hanya menjalankan tahapan sesuai prosedur. Intinya, semua langkah dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan,” ujarnya.
Kebersamaan Jadi Kunci
Meski hanya ada satu nama yang maju, dinamika politik pemuda Garut dinilai tetap sehat. Cepi menekankan bahwa proses Musda kali ini lebih mengedepankan musyawarah mufakat dibanding adu kuat ego antar kelompok.
Ia pun menyinggung soal sikap legowo beberapa tokoh pemuda yang sebelumnya sempat digadang-gadang maju, namun akhirnya memilih untuk mengalah demi kebersamaan.
“Saya pribadi bersama teman-teman, didampingi juga oleh ketua saya, sepakat untuk mendukung Agil Syahrial maju. Ini bukan soal siapa yang lebih hebat, tapi soal bagaimana pemuda Garut bisa bersatu,” kata Cepi.
Politik pemuda itu menurut Cepi, intinya musyawarah untuk mufakat, dan pihaknya sudah buktikan dengan menurunkan ego masing-masing.
Cepi juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak, termasuk panitia SC dan para tokoh pemuda lain yang tetap menjaga suasana kondusif selama proses pendaftaran.
Harapan untuk Pemuda Garut
Lebih jauh, Cepi menyebut bahwa keputusan sebagian tokoh pemuda untuk bersatu di belakang Agil Syahrial adalah bentuk kedewasaan politik generasi muda Garut.
“Alhamdulillah komunikasi dengan calon-calon lain juga berjalan baik. Kita semua punya tujuan sama, yaitu menjadikan pemuda Garut lebih hebat. Jadi tidak ada lagi sekat antara pendukung A, pendukung B, atau kelompok tertentu. Semua sepakat mendukung demi masa depan pemuda,” tambahnya.
Cepi menegaskan, Musda kali ini bukan sekadar ajang rebutan kursi ketua, tetapi momentum untuk menyatukan visi bersama. Ia percaya, ketika pemuda bisa kompak, maka langkah untuk membangun Garut ke depan akan lebih solid.
KNPI Garut Siap Terbuka
Menutup pernyataannya, Cepi menegaskan bahwa KNPI Garut selalu terbuka untuk siapa pun yang ingin ikut serta dalam gerakan kepemudaan.
“Kita membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin berkontribusi. Tidak terbatas hanya mereka yang sempat mencalonkan diri, tapi semua pemuda yang punya niat membangun Garut. Karena pada akhirnya, cita-cita kita sama: menghadirkan pemuda yang hebat, kreatif, dan siap jadi motor perubahan,” pungkasnya. (***)